well, sebenernya tujuan utama ane bikin blog adalah buat curhat, yeah, terdengar cemen sekali yak, curhat di dunia maya, tapi...
dunia maya has its own advantage
anonimitas di dunia maya adalah sesuatu yang menjadi gaya tarik para manusia cemen macem ane, dimana saking banyaknya simpang siur disini, kebanyakan orang memilih untuk tidak terlalu ambil pusing dengan apa yang ada. Semua dianggap cuman sebagai angin lalu, walaupun apakah apa yang ada di dunia maya itu benar atau salah, semua dianggap sebagai sebuah ilusi, sebuah keberadaan yang ambigu. Maka dari itulah, ane lebih memilih bercerita disini karena yah, ane paham gabakalan ada yang nganggep itu serius haha
Okay, back to the topic related to this title's post
Ane ngambil judul postingan ini dari sebuah judul lagunya Gilbert O Sullivan, yang intinya menceritakan apapuun yang terjadi, pada akhirnya manusia akan tetap dalam kesendirian
like my life
Karena nila setitik, rusak susu sebelangga, kok malah jadi peribahasa? Well, this is my current life right now, kalian pasti paham when someone fall in love dia bakal berusaha sekuat mungkin buat mempererat hubungannya dengan orang yang dia sayangi kan? Unfortunatelly, for someone like me, hal itu malah menjadi masalah terbesar. Di postingan sebelumnya kalian udah baca bagaimana ane berusaha mendekat ke dia, tapi hal itu malah berujung dengan ane sebagai seorang penguntit yang keberadaannya membahayakan. She feel insecure with all of my action, she feels tired with all of the nonsense I said because of this feeling...
oke, itu semua salah ane, salah perasaan ane yang selalu cemas mikirin dia, dan berakhir dengan menggalau di dunia maya. Tapi keputusan ini salah banget, I'm so stupid for doing that, karena ternyata walaupun di kehidupan sehari hari orang orang keliatannya cuman memandang ane ketika mereka butuh bantuan ane, itu salah
they actually talked about me behind my back,
Gimana ane tau? Ane juga baru tau baru baru ini, dan fakta itu sangat mengejutkan, mengingat ane tau kalo ternyata orang yang ane anggap baik pun ternyata seperti itu...
kembali ke permasalahan utama, I'm a type that always tried my best to help someone else, even though it means I must sacrifice myself. Ane mutusin untuk berhenti mencoba mengejar karena looks like she doesn't even want me to be with her. After that, I tell her and said thanks and sorry for everything, I tried to explain to her why I can be like that, tapi sepertinya dia cuman peduli dengan pengakuan ane kalo ane mau berhenti ngejar, udah abis itu ga merhatiin lagi tetek bengek segala hal yang ane coba jelasin. Kenapa ane bilang gitu? Karena setelahnya, kebetulan kami berdua milih tempat magang di Bandung, oke kali ini ane bukan bermaksud ngikutin dia karena udah dari dulu ane kepengin ngerasain ke Bandung.
Tapi kemudian yang ane ngerasa bakal dapet penyegaran pikiran di Bandung itu salah...
Sebut saja firasat ane terlalu sensitif, sejak pas lagi KKN, ada satu temen (anggapan satu arah, ane nganggep dia temen tapi entah dia nganggep ane temen apa engga) yang ga biasanya galau kok tetiba galau. Firasat ane buruk, ane menyelidiki dari berbagai macam info yang bisa ane dapet dan menyimpulkan kalau kegalauannya karena dia yang sama dengan orang yang pernah ane kejar. Dan mengejutkannya lagi dia milih tempat magang di Bandung juga. Dammit, firasat ane semakin buruk, ditambah lagi anak anak kelas yang sepertinya udah tau juga keliatan mendukungnya. Sumpah rasanya berat banget mengingat belum tuntas ane melepas perasaan ini...
the nightmare has come
pas anak anak kelas yang magang di Bandung ngajak main bareng, mereka berdua naik motor bareng...
dan terlihat akrab banget...
udah, pikiran udah kacau entah kemana, ane berusaha sekuat tenaga buat tetap bertahan. But it become much worse than I tought. Anak anak kelas yang lain yang tadi ane sebutin mendukung terjalinnya hubungan antara dua orang tersebut ngobrol di whatsapp, seolah gada apa apa, walaupun mereka ga ngomong langsung, tapi dari percakapan mereka ane udah bisa menyimpulkan, mereka menempatkan ane sebagai orang yang brutal dan bakal mencoba melukai si cowo karena ngedeketin si cewe. Okay, maybe they just kidding, tapi kenapa? padahal diantara mereka udah ada orang orang yang ngedengerin ane curhat masalah si dia, gimana pahitnya perjuangan ane, tapi sekarang mereka dengan santainya bercanda seperti itu....
Dengan segala hal yang tadi ane ceritain, ane cuman bisa menyimpulkan, I don't have friends, real friends... dan seperti judul postingan ini...
alone again...naturally
No comments:
Post a Comment