Sunday, May 1, 2016

Tentang Karya dan Manusia

Salah satu alasan ane buat make ini blog lagi tak lain dan tak bukan adalah gara gara buat pelepas stres gegara Tugas Akhir, ya, ane mahasiswa yang sedang dalam proses mengerjakan Tugas Akhir supaya bisa lulus dari universitas yang sekarang secepatnya. Bukan, bukan gegara ane udah punya rencana abis lulus mau ngapain gitu, tapi lebih ke supaya bisa bebas dari tetek bengek administrasi kampus yang makin kesini makin lucu, makin absurd dan makin ga memihak sama mahasiswa. Tapi postingan  kali ini bukan mau bahas masalah kelucuan kampus, tapi lebih kepengin mengeluarkan isi pikiran, yah, curhat lah, dengan catatan kali ini bukan tentang galau sepenuhnya (tetep ntar ada bagian galaunya tapi sebagian besar engga kok hehehe) buat yah, paling engga ngurangin stres dikit, gitu si heheheeee.

Seperti yang pernah ane posting di awal ane buka ini blog, ane adalah mahasiswa dekave, dan ane menspesialisasikan diri (ceileh bahasanya) ke bidang ilustrasi. Lazimnya anak dekave, dan anak anak yang terjun di dunia seni rupa kek gini, portofolio karya merupakan suatu hal yang hukumnya wajib dimiliki. Hal itu ditujukan supaya kita bisa nunjukin ini loh karya kita, dan berharap ada individu atau kelompok atau mungkin juga perusahaan yang butuh kemampuan kita dan mau mempekerjakan kita.

Di jaman dimana internet sekarang menjadi satu kebutuhan yang lumayan penting, dan dengan hadirnya media sosial dimana orang - orang bisa berinteraksi di dunia maya, hal tersebut bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan portofolio dengan harapan lebih banyak orang yang bisa ngeliat, lebih banyak orang yang bisa mengapresiasi karya kita, dan kemungkinan buat dapet penghasilan semakin besar. Ane ga mau munafik, tapi sekarang emang semua semua butuh duit, jadi buat orang orang yang masi suka minta gambar gratisan, dan kasi alasan ngegambar itu gampang, mending silakan ngegambar sendiri, kan katanya gampang haha.

.
.
.
.
.
.
.

oke back to main topic

Disini ane ngeliat temen - temen ane, yang pake media sosial, sebutlah Facebook, Instagram dll mulai bikin akun khusus buat majang karya - karyanya. Mereka misahin akun pribadi mereka dengan akun khusus untuk berkarya, dan biasanya di akun karya mereka pake nickname khusus, istilahnya pake merk dagang lah haha.

Sementara ane? Tadinya ane berpikir pengin ikutan juga. Tapi kemudian ga jadi. Alasannya itu satu, ane ga pinter nge manage banyak akun, karena ane bukan orang yang pinter multitasking, dan yang kedua, ane pengin nunjukkin the whole of me. Nunjukin inilah ane, karya ane, dan beginilah sifat, cara berpikir, dan pandangan hidup ane.

Ya, hal itu bisa dibilang sangat stupid, reckless, and ..... stupid (itu udah woi). Apalagi di jaman yang penuh pencitraan ini, di jaman orang berlomba lomba menunjukkan sisi terbaiknya kepada publik. Well, you can say that I'm not quite fond of that. Manusia, siapapun itu, pasti ada sisi baik dan buruknya. Ane mengamini hal tersebut dan memutuskan buat show all that I had in me, the good side and the bad side. Jadi banyak akun medsos yang ane punya ane gunain buat majang karya, juga buat berinteraksi, menuangkan pemikiran dan kegalauan, supaya nantinya orang kalo mau memakai jasa ane, paling ga udah punya gambaran umum gimana ane dan ga kaget kedepannya pas lagi menjalin kerjasama.

Hal itu ane lakuin karena ane mencoba buat menghargai hubungan antar-manusia. Jaman sekarang yang ane berhasil amati banyak interaksi sesama manusia itu cuman pas butuh doang, cuman sekedar bisnis. Pas lagi ga butuh ya udah, seakan dia ga ada. Manusia makin kehilangan esensinya sebagai makhluk sosial. Manusia mau ngebantu manusia lain selama itu menguntungkan baginya. Manusia makin self-oriented, dan ga jarang hal itu memicu timbulnya konflik saat dua tujuan saling bertabrakan, saling menganggap tujuannya sendiri lebih penting dari yang lain, ga ada rasa untuk mencoba memahami situasi, memahami latar belakang, yang diliat cuman hal yang didepan mata dan terjadi saat itu aja, udah.

Oleh karena itu ane mulai dari diri ane sendiri, mencoba membuka diri, memperlihatkan baik dan buruk dengan harapan yang berinteraksi dengan ane hanyalah orang orang yang bisa menerima dua sisi itu, ga cuman ngeliat dari sisi baiknya doang. Soalnya ane liat banyak yang tertipu dan pada akhirnya malah nyesel dan jadi mengumbar sisi buruk orang yang dia kenal cuman dari sisi baik yang dia liatin aja.

Yah pada akhirnya itu cuman dari sudut pandang ane si, kalo ternyata kedepannya banyak yang jadi ilfeel dan menjauh, ane maklumin, toh pandangan orang kan beda beda, dan kita ga bisa maksain pandangan kita ke orang lain, jadi ya, jalani aja si dan terima segala resikonya :).

No comments:

Post a Comment